Popok Sekali Pakai VS Popok Kain (Clodi)

Awal September ini saya mendapat banyak kabar baik dari teman dan kerabat dekat. Sepertinya berkah pandemi ya, ada yang sudah bertahun-tahun menantikan akhirnya mendapat momongan. Banyak juga yang menjadi bertambah anggota keluarganya. Siapa pun yang sedang dalam masa kehamilan atau bahkan menunggu persalinan, semoga dilancarkan prosesnya ya.

Saya pun akhirnya mendapat ide untuk sharing soal popok bayi atau diaper yang erat kaitannya dengan kelahiran sang buah hati. Bicara soal popok, kamu termasuk tim popok sekali pakai atau clodi nih? Nah, sebelum membahas lebih detail soal pospak dan clodi, saya ingin mengajak kamu untuk merenung sejenak.

Ketika menjadi orang tua, artinya Tuhan telah mempercayai kita untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Tidak hanya pada keluarga namun juga pada seluruh aspek kehidupan termasuk lingkungan.

Kenapa lingkungan? Ya, sebab kita akan memiliki anak-anak yang akan melanjutkan hidup di bumi setelah kita tiada. Lalu apakah kita akan mewariskan lingkungan penuh limbah dan polusi untuk mereka? Tentu tidak. Oleh sebab itu, mari kita lakukan perubahan. Sekecil apapun perubahan itu sangatlah berarti untuk bumi. Salah satunya dengan beralih menggunakan clodi. Dalam kondisi saat ini, kita sudah tidak bisa lagi mengandalkan daur ulang namun harus menghentikan bersama karena kondisi sampah dan limbah yang sudah tidak terkendali.

clodi vs pospak

Persoalan Pospak atau Popok Sekali Pakai

Nyaman dan praktis, itulah alasan banyak masyarakat yang memilih popok sekali pakai. Bisa didapatkan dengan mudah di mini market bahkan warung-warung kecil. Tak perlu repot mencuci, bisa langsung dibuang. Tapi pernahkah kita berpikir, kemana perginya limbah popok sekali pakai tersebut?

Pada lama Mongabay menyebutkan, popok sekali pakai menjadi penyumbang sampah terbanyak kedua di laut, yaitu sekitar 21% menurut riset Bank Dunia pada 2017. Bahkan pada 2018, Tirto.id menyebutkan bahwa sampah popok menjadi persoalan sungai-sungai yang terletak di pulau Jawa. Sampah popok sekali pakai sering ditemukan di sungai besar seperti kali Brantas, Bengawan Solo, Citarum dan Progo. Fakta yang mencengangkan, setiap harinya ada sekitar 3 juta popok sekali pakai dibuang warga ke aliran sungai Brantas. Miris sekali bukan?

Persoalannya bukan hanya sampah yang menggunung namun popok sekali pakai juga mengandung senyawa kimia Super Absorbent Polymer (SAP) sebanyak 42% yang akan berubah bentuk menjadi gel saat terkena air. Jika terurai dalam air, zat kimia ini sangat berbahaya bagi lingkungan. Dengan fakta tersebut, apakah kamu masih ingin melanjutkan menggunakan popok sekali pakai?

 

Mari Beralih Menggunakan Popok Kain (Clodi)

Clodi berasal dari kata cloth diaper atau popok kain. Clodi bukan sembarang popok kain biasa. Saat ini kehadirannya semakin bervariasi. Saya pun terpukau dengan clodi jaman sekarang yang lebih modern, terdapat kantung dan alas penyerap yang bisa dilepas, kancing atau pengait dengan berbagai ukuran hingga motifnya yang lucu.

Awalnya saya ragu menggunakan clodi. Wah, bakalan repot nih karena harus sering mencucinya. Dua bulan pertama saya maksa menggunakan pospak sampai akhirnya merasa kewalahan karena pengeluaran membengkak. Saya harus menyediakan dana sekitar Rp 1.000.000 setiap bulannya hanya untuk membeli pospak.

Lalu saya beralih menggunakan clodi. Tentu saja jauh lebih hemat. Terlebih di masa pandemi seperti ini, daripada untuk beli pospak, lebih baik ditabung atau untuk kebutuhan lainnya ya. Meksi begitu, pastikan tidak salah memilih clodi. Lantaran kulit bayi masih sensitif dan belum sempurna perkembangannya sehingga cenderung mudah iritasi. Oleh sebab itu, pastikan memilih clodi berbahan lembut, tidak panas, mudah menyerap dan sesuai dengan ukuran tubuh si kecil.

Kamu juga bisa membaca tentang penggunaan dan manfaat clodi disini.

Tips Memilih Clodi yang Aman dan Nyaman

Seperti yang saya sebutkan diatas, pilihlah clodi yang aman dan nyaman untuk kulit si kecil. Alih-alih ingin berhemat jadi asal memilih clodi yang justru membuat kulit anak ruam dan iritasi. Yuk, simak tips dibawah ini:

 

  1. Perhatikan kualitas bahan pembuatnya

Setiap kain memiliki kelembutan, daya serap serta breathability yang berbeda. Tentu saja, jika bicara soal popok, wajib memilih popok kain dengan daya serap tinggi sehingga kulit si kecil tetap kering dan tidak lembab. Berikut ini jenis kain yang banyak digunakan untuk pembuatan popok kain atau clodi, diantaranya:

  • Bahan katun digunakan sebagai bahan pembuat clodi sebab bersifat lembut dan nyaman di kulit. Katun juga cukup kuat dan awet meskipun dicuci berkali-kali. Namun clodi berbahan katun ini harus berlapis-lapis karena tidak tahan terhadap air.
  • Sementara untuk bepergian, sebaiknya menggunakan popok kain berbahan serat sinstetis. Kainnya lebih tebal sehingga daya serap airnya sangat tinggi. Selain itu, serat sintetis juga memiliki sirkulasi udara yang cukup baik namun tentu saja tetap harus diganti secara berkala. Karena bahannya lebih tebal sehingga menyebabkan si kecil sulit bergerak bebas.
  • Bahan serat bambu merupakan bahan favorit karena memiliki serat yang sangat halus dan lembut layaknya sutra. Selain itu, daya serapnya juga tinggi dan memiliki antibakteri serta deodorant alami yang membantu mengurangi bau pesing. Namun tentu saja dengan keungulan yang dimilikinya, clodi berbahan serat bambu dibandrol lebih mahal.
  • Yang terakhir yaitu bahan rami atau hemp, merupakan campuran dari 55% serat rami dan 45% bahan katun. Nah, clodi berbahan rami juga banyak diminati sebab teksturnya sangat lembut tapi memiliki daya serap tinggi. Bahan rami biasanya digunakan untuk popok kain jenis insert. Biasanya saya membawa ini saat bepergian atau digunakan pada malam hari.

 

  1. Perhatikan karet, kancing, pengait atau velcro yang digunakan

Pastikan semua material aman digunakan untuk bayi. Tidak terlalu berlebihan sehingga membuat si kecil tidak nyaman. Terutama penggunaan karet pada area pinggang dan selangkangan. Gesekannya bisa membuat ruam dan iritasi.

 

  1. Pilihlah clodi sesuai usia dan berat badan bayi

Pilih yang sesuai dengan ukuran tubuh si kecil, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar sehingga tetap nyaman digunakan baik saat tidur maupun bergerak.

 

Alasan Memilih Popok Kain (Clodi)

Dibandingkan dengan popok sekali pakai, harga clodi memang nampak lebih mahal sehingga para orangtua harus lebih dalam merogoh kantong. Namun dalam jangka panjang, membeli clodi lebih hemat dibandingkan popok sekali pakai. Beli secara bertahap sebab kita tidak tau pertambahan berat badan si kecil.

Bahkan, dengan penangan yang higienis, clodi dinilai lebih aman untuk kulit anak karena tidak ada kandungan zat kimia apapun. Kuncinya, ganti secara berkala, cuci dan keringkan serta selalu menjaga kebersihan.

Selain itu, clodi merupakan alternatif untuk mengurangi sampah produk sekali pakai. Clodi memang dirancang untuk digunakan secara berkelanjutan. Jadi, ngga ada alasan untuk tidak beralih menggunakan clodi dan meninggalkan popok sekali pakai. Selain hemat, lebih aman, clodi juga lebih ramah lingkungan. Apakah kamu memiliki pengalaman menggunakan clodi? Yuk, sharing juga dikolom kometar.

Zerowaste Blog
Zerowaste Shop
Zerowaste Event
Zerowaste Collab
Zerowaste Blogger
preloader