Kategori Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Kita bertahun-tahun terbiasa dengan jargon “buanglah sampah pada tempatnya.” terserah sampahnya jenis apa dan tempatnya di mana saja, asal sudah kita buang di tempatnya maka masalah selesai. Bisa jadi karena alasan itu juga  masyarakat kita tidak merasa bersalah buang sampah di mana aja, di jalan, di sungai, di mana aja asal rumah bersih maka kita sudah melakukan dengan tepat. Ini yang harus kita rubah bersama-sama teman zerowaste. Sudah saatnya kita naik level dengan pemikiran yang bertanggung jawab “Mari Pilah sampah dari rumah dan salurkan pada tempat yang tepat.”

Meski terdengar mudah, nggak jarang ZW Warrior sering kewalahan dengan pilah sampah ini. Semangat di awal lalu kendor ditengah perjalanan minim sampah, karena nggak nemuin ritme-nya. Memilah sampah memang harus disesuaikan dengan kebiasaan sehari-hari. Jenis sampah seperti apa saja yang dipilah, kotak pilah yang sesuai dengan keadaan di rumah, dan kemana saluran yang tepat.

Eits tenang meski terkesan ribet, tapi setelah kalian konsisten,  pilah sampah ini justru akan memudahkan dan menyederhanakan hidup kalian. Kalian bisa memulai dengan hal-hal sederhana seperti ini.

Pertama Pisahkan sampah organik dan sampah anorganik. 

Sampah organik seperti sisa sayur buah, makanan dan tulang-tulang harus punya tempatnya sendiri. Jika sampah jenis yang mudah terurai ini digabung dengan sampah anorganik yang sulit terurai, maka jangan heran banyak masalah yang terjadi di rumah. Mulai dari bau tidak sedap, tikus dan kecoa, serta emosi karena petugas kebersihan gak kunjung datang angkut sampah.

Sampah organik itu adalah sumber makanan bagi makanan kita, maka mulailah dengan membuat kompos. Cara bikin kompos juga sangat mudah, beneran deh gampang banget. Semua yang dibutuhkan ada di sekitar rumah, no need fancy equipment you just need to learn and start. 

Baca juga : Mengompos itu mudah

Kedua Memilah Sampah Anorganik Rumah Tangga

Proses memilah sampah anorganik ini agar proses olah sampah (recycle) yang dilakukan selanjutnya oleh pengelola menjadi lebih mudah. Dengan milah dari rumah, kita akan banyak mempermudah pekerjaan banyak orang, seperti pemulung, pelapak, petugas kebersihan dan mereka yg terkait didalamnya. Perlu diingat di sini, recycle bukan jadi exit door dari pola konsumsi harian kita.

Kenapa?

Karena dari recycle pasti akan dibuat produk lagi dan produk itu akan kita pakai dan besar kemungkinan berakhir di TPA. Jadi hal pertama yang sebaiknya kita lakukan saat berminim sampah adalah MENCEGAH/ REFUSE dengan cara mengurangi pola konsumsi agar tercipta circular economy yang tidak menciptakan timbunan sampah seperti gambar ini.

Sebelum memilah ZW warrior jugaa harus tahu sampah jenis apa saja yang tidak bisa dan bisa didaur ulang. Hal ini agar kita bisa lebih selektif dalam memilih produk dalam kemasan untuk kebutuhan sehari-hari. Berikut daftar jenis sampah yang tidak diterima oleh Bank Sampah (penulis ambil contoh bank sampah Melati Bersih).

sampah yang tidak bisa didaur ulang
sumber foto: Bank Sampah Melati Bersih

Setiap Bank Sampah punya sistem penerimaan sampah daur ulang yang berbeda-beda. Bisa saja Bank Sampah A menerima botol AMDK dan kertas kardus tapi Bank Sampah B hanya botol AMDK saja. Jadi perlu kemandirian untuk konfirmasi ulang ke bank sampah yang kalian ingin datangi. Jangan sampai sampah kalian justru menjadi masalah baru untuk orang lain 🙂

Setelah ZW warior mengerti tentang kategori pemilahan sampah berikutnya Gunakan wadah yang tersedia di rumah & beri label sesuai jenis

Kalian hanya perlu menggunakan wadah yang sudah ada dan tidak perlu dilapisi plastik lagi. Beri label sesuai jenis agar mudah untuk membedakan dan lebih informatif untuk anggota keluarga lainnya. Label seperti di atas bisa di download dan print mandiri pada link ini.

Rinintya design X DK Wardhani Label Sampah

label pilah sampah
Sumber foto: instagram @weddewi

Selanjutnya kita pilah sampah menjadi 5 jenis sampah (atau sesuaikan dengan pola konsumsi di rumah), kecuali untuk kompos yah itu sudah ada wadahnya sendiri. Di rumah kami wadah pilah terbagi jadi lima

  1. Daur Ulang Campuran
  2. Sampah B3
  3. Kertas & kardus
  4. Lain-lain (yang terpaksa harus ke TPA)
  5. Residu (yang tidak bisa didaur ulang diolah jadi ecobrick)

Mari kita bahas satu-satu jenis sampah ini.

Daur Ulang campuran

Berisi jenis sampah daur ulang yang bisa diterima oleh bank sampah, waste management, dan pelapak/ pengepul. Berdasarkan daftar panduan pilah sampah sebelumnya, wadah ini bisa berisi: emberan, Boncos, kaleng, alumunium, beling, bodong putih.

Pastikan sampah pilah dalam kondisi kering sebelum dimasukan ke wadah menghindari bau tidak sedap. Jika berminyak, cuci bersih dan jemur terlebih dahulu. Jika bekas makanan kering, bisa di lap saja tanpa air asalkan kering.

Sampah Bahan Berbahaya & Beracun (B3)

Tanpa sadar di rumah kita sebenernya banyak menyimpan Bahan Berbahaya & Beracun. Dengan mengetahui jenis sampah ini, harapannya perlahan kita bisa mengurangi penggunaannya. Silahkan lihat link dan gambar ini untuk mengetahui potensi sampah B3 di rumah kita.

Nah yang harus diperhatikan adalah kemasan produk pada sampah B3. Cara terbaik untuk pilah jenis ini adalah menghabiskan produk yang sudah ada. Misalnya dalam bentuk cairan pembersih lantai. Gunakan sampai habis dan bersihkan kemasan botol plastiknya sebelum masuk pada kategori emberan daur ulang campuran.

Untuk yang berbentuk aerosol dan juga spray seperti pengharum ruangan dan juga obat nyamuk semprot, agak sulit untuk membersihkan kaleng kemasan bagian dalam. Nah yang tidak bisa dibersihkan ini, bisa dimasukan ke wadah pilah sampah B3. Kemasan kalengnnya bisa disalurkan ke bank sampah atau pengepul. Tapi ingat harus pastikan lagi apakah bank sampah dan pengepul sekitar kita menerima kemasan ini.

Kertas & Kardus

Selain jenis kertas dan kardus, bekas bon atau receipt bisa masuk ke wadah ini. Jadi bon belanjaan jangan tercecer, kumpulkan di satu wadah dan salurkan yah. Kertas nasi coklat bisa dimasukan jenis pilah ini asalkan bagian plastiknya sudah terpisah dari kertas coklat. Lapisan plastik bisa masuk residu setelah dibersihkan dari minyak.

Lain-lain (yang terpaksa harus ke TPA)

Yang masuk kategori ini adalah popok sekali pakai. Sebenernya pospak bisa di olah kembali jadi media tanam dan kerajinan tangan. Tapi butuh niat dan usaha yang lebih untuk mengolah popok.  ZW Warrior harus sadar bahwa pospak yang dipakai anak sehari-hari, pasti akan berakhir di TPA. Bahkan gak jarang yang buang di sungai atau pinggir jalan. Sampah pospak ini adalah sumber sampah terbesar kedua di kota besar Indonesia. Cara terbaik adalah mencegah dan beralih ke popok kain. Lain waktu kita bahas yang gimana cara olah limbah pospak.

Residu (yang tidak bisa didaur ulang diolah jadi ecobrick)

Jenis sampah yang tidak diterima oleh bank sampah masuk dalam kategori ini. Misalnya plastik sachet, plastik laminasi (produk refill), selotip, styrofoam, kemasan mie instan, dll. Sampah jenis ini jangan sampai terbengkalai di TPA. Kita bisa olah jadi ecobrick yang bisa kita manfaatkan nantinya. Membuat ecobrick bisa jadi trash audit, bagaimana konsumsi kita selama ini. Apa saja yang mungkin dikurangi untuk mencegah menumpuknya residu.

Selanjutnya setelah ZW warrior melakukan pemilahan sampah, kalian harus mencari saluran yang tepat di sekitar rumah. Berikut beberapa saluran untuk mendonasikan sisa konsumsi kalian:

  • Bank Sampah
  • Waste Management
  • Pengepul / pelapak
  • Fasilitas Kesehatan (Ini berlaku untuk sampah B3 jenis alat medis)

Mari kita bahas satu persatu……

Bank Sampah

Ini sebenernya salurang yang bisa diandalkan. Tapi sayangnya gak semua wilayah ada bank sampah aktif. Misalnya di rumah saya daerah Karang Tengah, Tangerang setelah cek sana-sini gak ada bank sampah yang aktif. Bersyukurlah jika ada bank sampah aktif sekitar kalian. ZW Warrior bisa cek bank sampah sekitar kita di aplikasi MySmash https://www.instagram.com/mysmash_id/  atau juga di website zerowaste.id . Kelebihan salurin sampah ke Bank Sampah adalah kita bisa merubah sampah jadi uang tunai, karena sampah kita dihargai setiap kg-nya.

Waste Management (Perusahaan pengelola sampah)

Perusahaan pengelola sampah yang banyak dikenal adalah waste4change. Kalian bisa secara mandiri mengirimkan sampah ke kantor mereka di bekasi atau di drop box yang mereka sediakan https://www.instagram.com/waste4change/ .  Seiring kesadaran masyarakat yang meningkat akan pentingnya pilah sampah, kini mulai banyak perusahaan yang berdedikasi untuk mengolah sisa konsumsi. Seperti beberapa waste management di bawah ini.

@rebricks_id (Pamulang)⁣⁣⁣⁣⠀
@popoku_berkah (Banyuwangi)⁣⁣⁣⁣⠀
@golimbah (Bandung)⁣⁣⁣⁣⠀
@plastavfallbank (Bandung)⁣⁣⁣⁣⠀
@parong.pong (Bandung)⁣⁣⁣⁣⠀
@Rebest_indonesia (Apps – Tangerang)⁣⁣⁣⁣⠀
@loakin.go (Malang)⁣⁣⁣⁣⠀
@kepul.id (medan)⁣⁣⁣⁣⠀
@mallsampah (makasar)⁣⁣⁣⁣⠀
@rapel_id (Jogja)⁣⁣⁣⁣⠀
@armadakemasan (depok)⁣⁣⁣⁣⠀

Jika menyalurkan sampah ke sini bentuknya adalah donasi. Jadi jangan mengharapkan cash (ada yang mau mengolah sampah saja, saya sudah sangat berterimakasih, hehe)

Pengepul/ pelapak

Hampir di setiap kota besar biasanya ada bandar pengepul atau pelapak. Biasanya lokasi mereka di tanah kosong nganggur berbentuk bendeng seng. Terkadang kita enggan masuk dan bertanya untuk tahu aktifitas mereka. Justru dari merekalah saluran sampah pilah paling efektif karena langsung tersalur ke pengelola/ perusahaan daur ulang.

Jadi kalian bisa mulai survei lokasi pengepul/ pelapak. Jika ada tukang rongsok atau pemulung lewat depan rumah jangan ragu tanyakan sampah pilah apa yang mereka perlukan khususnya sampah kemasan B3.

TIPS AGAR TIDAK KEWALAHAN PILAH SAMPAH

  • Setelah menggunakan produk dalam kemasan segera bersihkan
  • Pisahkan di wadah tersendiri kemasan yang kotor untuk di bersihkan kemudian
  • Jangan menyimpan kemasan kotor lebih dari 3 hari. Lebih dari itu pasti malas ngerjain
  • Ajak anggota keluarga lain untuk membersihkan dan pilah kemasan bekas pakai (ini gak instan, banyakin sabar dan senyum aja 🙂
  • Bertanggung jawab atas sampah kemasan masing-masing
  • Ajari anak untuk bersihkan dan pilah sampah sejak dini
  • Jadikan kegiatan membuat ecobrick saat menyenangkan untuk edukasi bersama anak

Di awal proses kita beralih untuk minim sampah pasti tantangannya berat. Tapi percayalah konsistensi kalian pasti akan membuahkan hasil jangan pernah ragu untuk berbagi informasi atau cerita seputar aksi zerowaste yang telah kalian lakukan. Karena kita tidak pernah tahu dari mana orang lain mendapatkan hidayahnya.

Instagram: @weddewi
Website: www.weddewi.com
Zerowaste Blog
Zerowaste Shop
Zerowaste Event
Zerowaste Collab
Zerowaste Blogger
preloader