Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Mengirim Barang Ke Bank Sampah?

Pola pikir masyarakat mengenai pemanfaatan sampah masih sangat rendah dan perlu perlu ditingkatkan lagi. Buktinya, masih banyak barang rusak, barang yang tidak terpakai, kemasan produk, dan berbagai sisa makanan hanya dibuang begitu saja. Kebanyakan sampah-sampah tersebut bertumpuk di tempat sampah, dan akhirnya mengambang di sungai atau di laut.

Hal ini bukan hanya sekedar membuat pemandangan yang tak enak atau bau tak sedap saja. Tetapi juga akan mengganggu ekosistem darat dan laut, serta merusak kelestarian lingkungan.

Maka dari itu, penyelesaian masalah sampah tidak bisa jika hanya mengandalkan petugas kebersihan saja. Seluruh lapisan masyarakat juga harus bergerak menangani masalah sampah. Salah satu yang bisa kita lakukan yaitu berpartisipasi dengan kegiatan “Bank Sampah”.

Apa itu bank sampah? Bagaimana bisa sampah ada bank nya?

Bank sampah adalah tempat pengumpulan sampah yang sudah dipilah dimana hasil pengumpulan tersebut akan disetor ke tempat pengepul sampah atau ke tempat pembuatan kerajinan untuk direcycle.

Tujuan & manfaat bank sampah:

  • Membantu pengolahan sampah di Indonesia.
  • Membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya terutama perihal sampah.
  • Memanfaatkan sampah yang masih bisa digunakan untuk direcycle menjadi sesuatu yang lebih berguna dan memiliki nilai ekonomis.

Namun sebelum mengirim barang ke bank sampah, ada 4 hal yang perlu kalian lakukan:

1. Lakukan Decluttering

Decluttering adalah salah satu kegiatan merapikan dan mengurangi sampah dengan cara memilah (mengumpulkan) barang yang sudah tidak diperlukan. Barang-barang tersebut bisa berupa alat rumah tangga, baju, elektronik, kemasan produk, bahkan sisa-sisa makanan yang tidak dimakan lagi.

Decluttering menjadi salah satu cara meminimalisir jumlah sampah yang menumpuk di TPA. Decluttering juga memberikan banyak manfaat:

  • Membantu kita mengetahui dan menyadari akan kebutuhan kita sehari-hari.
  • Memaksimalkan fungsi barang yang dimiliki.
  • Meminimalisir gaya hidup yang konsumtif.
  • Membuat tempat tinggal menjadi lebih rapi, nyaman, dan mudah dibersihkan.
  • Mempermudah kegiatan bank sampah.

Saat melakukan proses decluttering, mulailah dari ruangan yang paling dalam dulu. Misalnya kamar tidur, kamar mandi, dapur. Dan terakhir lanjut ke area foyer, seperti ruang tamu, ruang keluarga, teras, atau halaman rumah).

Kumpulkan semua barang di setiap ruangan yang mungkin hanya akan menjadi sampah atau tidak akan terpakai lagi.

2. Kelompok Barang Sesuai Jenis

Setelah mengumpulkan barang-barang yang akan kalian serahkan ke bank sampah, langkah selanjutnya yaitu mengelompokkan barang-barang tersebut sesuai dengan jenisnya.

Kenapa kita harus mengelompokkan sampah? Berikut alasannya:

  • Agar sampah kering dan sampah basah tidak tercampur. Karena kalau tercampur, bisa menjadi sarang bakteri dan menimbulkan bau tak sedap.
  • Menghindari material-material berbahaya yang tercampur (seperti sampah elektronik, bahan kosmetik, atau bahan kimia beracun lainnya.
  • Mempermudah pihak bank sampah dalam pengolahan dan daur ulang sampah.
  • Meminimalisir sampah-sampah yang akan berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Langkah-langkah mengelompokkan sampah:

  • Pisahkan sampah organik dan anorganikSampah organik adalah jenis sampah yang dapat dimanfaatkan kembali dengan proses pengolahan yang tepat, misalnya untuk pupuk kompos atau pakan ternak. Contoh sampah organik yaitu sisa pengolahan makanan, sisa pengolahan tanaman / sayuran, dedaunan, ranting pohon, dan lain-lain. Sedangkan sampah anorganik adalah jenis sampah yang dihasilkan oleh berbagai macam proses dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa terurai.Contohnya berbagai macam plastik, kaleng, kaca, besi, dan lain-lain.
  • Pisahkan lagi sampah organik basah, sampah organik kering, sampah anorganik basah, dan sampah anorganik kering. Tujuan agar sampah kering dan sampah basah tidak tercampur.
  • Usahakan untuk membersihkan sampah sebelum diserahkan ke bank sampah, terutama sampah anorganik, seperti botol minum, kemasan kaleng, dan lain-lain.

3. Temukan Bank Sampah

Langkah selanjutnya yang perlu kalian lakukan sebelum mengirim barang ke bank sampah yaitu menemukan bank sampah yang berada di dekat tempat tinggal (lokasi) kalian.

Diketahui dari data dari databoks mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah bank sampah di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Pada 2018, bank sampah mencapai 7.488 unit.

Nah bagaimana cara menemukan bank sampah yang ada di tempat tinggal kalin?

Kalian bisa kunjungi website Zero Waste Indonesia dan pilih menu Peta Minim Sampah. Kemudian masukkan alamat kalian di Search Box. Kalian bisa lihat contohnya seperti gambar dibawah:

Lalu bagaimana jika tidak ada bank sampah di dekat kalian? Jangan khawatir, kalian bisa lapor ke pihak Zero Waste Indonesia, dengan senang hati kami siap membantu. Atau jika ada bank sampah yang kalian temukan, namun tidak ada di peta minim sampah, kalian juga bisa lapor dan akan kami update di peta.

4. Hubungi Pihak Bank Sampah

Langkah terakhir setelah menemukan bank sampah, alangkah lebih baik jika kalian menghubungi pihak bank sampah tersebut terlebih dahulu. Hubungi nomor telepon, email, atau nomor Whatsapp yang tersedia.

Atau kalian juga bisa melakukan searching di google untuk memastikan bahwa bank sampah tersebut masih ada. Dan jangan lupa tanyakan jenis sampah apa saja yang mereka terima.

Sekarang giliran kalian, sudah terbayang apa yang akan kalian lakukan? Barang seperti apa yang akan kalian serahkan? Keep trying ya, zero waste lifestyle berawal dari kita untuk kita.

Zerowaste Blog
Zerowaste Shop
Zerowaste Event
Zerowaste Collab
Zerowaste Blogger
preloader