Tips untuk memberi hadiah secara efektif – bye unwanted gift

Tips untuk memberi hadiah secara efektif – bye unwanted gift

Tanggal-tanggal dan bulan segini adalah surganya retailer dan juga pebisnis, tapi agak menjadi duka bagi konsumen. Betapa nggak, dari adanya Black Friday, Cyber Monday, Natal, Tahun baru, musim libur, juga ulang tahun, orang-orang berlomba-lomba untuk berbelanja dan memberi kado untuk kerabat serta teman dekat. Memberi hadiah sudah merupakan bagian dari kultur dan kebiasaan manusia modern saat ini. Tidak hanya berupa hadiah untuk orang lain, tapi juga untuk kita sendiri. We spent so much for it, not knowing where it’ll end up. 

Berdasarkan data dari abcnews, rata-rata orang Amerika menghabiskan $ 700 -$ 1.250 pada musim liburan ini untuk hadiah, perjalanan, dan hiburan. Dari jumlah konsumen yang berbelanja dengan jumlah itu, banyak diantaranya yang masih harus melunasi tagihan belanja dari tahun lalu. Dan beberapa mengambil hutang baru demi memenuhi kebiasaan gift-giving ini.

Jumlah itu mungkin bisa diterima saat kita sudah sepenuhnya bahagia dan dapat memenuhi kebutuhan diri kita sendiri dengan baik. Tapi bukan disitu masalahnya.

Besar kemungkinan kita atau orang lain akan menerima hadiah yang tidak diinginkan tahun ini. Menurut foxnews ada 16$ miliar yang terbuang untuk hadiah yang tidak diinginkan. Kaget nggak? Delapan belas persen hadiah tidak pernah digunakan oleh orang yang menerimanya dan 4 persen langsung dibuang ke tempat sampah. That is just so sad! Akhirnya ujung-ujungnya jadi sampah yang nggak perlu.

Pernah nggak ngerasa bingung harus ngasih kado apa? Tau nggak kenapa bingung? Lihat sekeliling. Most of us have what we need. 

Kami pengen memberi tips gimana memberi hadiah secara efektif, yang universal dan tidak menjadi sampah. Karena kita harus punya cara baru dalam memilih dan memberi kado. It’s a new era! Karena pada akhirnya memberi hadiah adalah sesuatu yang baik, it’s an act to communicate love, respect and care, but we just have to do it better.

Fokuskan ke kebutuhan daripada ke keinginan

Riset yang baik dan perhatian ke orang yang kita sayang dapat memberi hint kepada kita apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka butuhkan. Pilih untuk memberi apa yang mereka butuhkan. Kalau yang dibutuhkan berjumlah besar dan kita tidak sanggup memberi semua, kita bisa memberi voucher dari tempat dia bisa membeli kebutuhan itu dengan nominal yang kita ikhlas dan mampu.

Set expectations dan buat tradisi baru

Di dalam keluarga terutama, set expectation diantara anak-anak, diri sendiri dan keluarga dekat. Kita nggak akan memberi semua wishlist yang mereka minta. Kita tidak akan memberi banyak hadiah di bawah pohon natal. Tips untuk orang tua, mungkin bisa memberi ke anak satu hal yang mereka dibutuhkan, satu hal yang mereka inginkan dan satu pengalaman yang bisa dibagikan dengan keluarga bersama. It’s more meaningful having tradition this way than a pile or million of gift. Make your own tradition. Untuk yang dewasa mungkin bisa menghapuskan kado-kadoan sama sekali. Yakin banget akan banyak yang seneng dengan keputusan ini.

Cari barang yang nggak jadi sampah

Cari barang yang nggak hanya akan berakhir di tempat sampah. Bisa jadi mempermudah karena pilihan akan jadi lebih sempit dan jadi nggak stress untuk mikir kado apa yang harus dibeli untuk A,B,C,D,E dll. Pikir barang yang BISA DIKONSUMSI, seperti DIY atau makanan minuman. Atau sesuatu yang merupakan PENGALAMAN seperti konser, makan, free baby sit. Juga fokus pada BARANG YANG BERKUALITAS jangan fokus pada kuantitas.

Let’s focus on what matters the most.

Hope this post helps! Have a happy holiday season! ❤

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *