Fenomena di bulan Ramadhan dan bagaimana mencegahnya

Fenomena di bulan Ramadhan dan bagaimana mencegahnya

Apakah puasa Ramadhan identik juga dengan puasa dari produksi sampah? Sayangnya, tidak. Malahan ada banyak fenomena yang terjadi pada saat bulan Ramadhan.

  • Pemakaian kresek meningkat
  • Takjil dalam kemasan sekali pakai yang meningkat
  • Adanya sisa konsumsi pondok Ramadhan
  • Adanya sisa sampah sholat eid
  • Sampah naik sekitar 20% pada bulan Ramadhan
  • 500 ton makanan terbuang selama Ramadhan
  • Sampah Bandung meningkat 110 ton per hari

Sedangkan pada hakikatnya, Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dan waktunya kita semua berlomba-lomba dalam kebaikan. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa kita memiliki target. Selain target dalam menjalankan ibadah, target berminim sampah bisa menjadi salah satu hal baik yang bisa kita mulai.

Yuk kita jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk lebih berkesadaran dalam bertindak, termasuk konsumsi dan menyampah.

Seberapa daruratnya kita untuk mengambil peran?

• Tempat Pembuangan Akhir di berbagai kota sudah melebihi kapasitas. Di Jakarta, Bantar Gebang sudah tidak akan lagi bisa menampung sampah di tahun 2020.
• Dua hari sampah di Jakarta adalah sebesar dan setinggi candi Borobudur
• Indonesia penyumbang sampah plastik no 2 di dunia (Jambeck, 2015)
• Indonesia termasuk 5 besar penyumbang sampah makanan

Bagaimana cara mudah untuk memulai? 

1.Ganti tas kresek dengan tas kain milik kita sendiri. Kenapa? Di Indonesia 9,85 miliar kantong kresek dibuang dalam 1 tahun menjadi sampah. Kresek itu akan berakhir di laut dan di Tempat Pembuangan Akhir yang sangat bahaya untuk dunia kita. 

Say Goodbye kepada plastik kresek

2. Katakan tidak pada sedotan. Kenapa? 500 juta sedotan plastik setiap hari dibuang setelah 1x pakai
Ganti dengan sedotan bambu, stainless, kaca atau silikon

Ganti sedotan plastik dengan sedotan ramah lingkungan

3. Habiskan makananmu. Kenapa? Setiap 1 orang Indonesia menyisakan sebutir nasi, maka akan ada 4980 Kg nasi terbuang setiap hari.

Habiskan makananmu

4. Bawa botol sendiri. Kenapa? Konsumsi air minum hanya dalam beberapa menit tapi saat botol AMDK tersebut dibuang, makan botol plastik itu tidak akan terurai hingga ratusan tahun (200-450 tahun)

Bawa botolmu sendiri

5. Makan makanan sehat dan hindari makanan sachet atau pre-packed. Kenapa? Sachet adalah plastik berlapis metalik yang terdiri dari 2 lapisan dan sangat sulit didaur ulang jika menjadi sampah.

 

Jika kalian adalah panitia atau pengunjung acara buka puasa, ta’jil, pondok ramadhan, sholat eid, kalian bisa melakukan beberapa cara di bawah ini untuk terhindar dari sampah yang sulit dipertanggungjawabkan

  • Selalu bawa wadah sendiri saat beli takjil. Jangan pilih takjil yang sudah siap kemas.
  • Beralih dari nasi kotak atau bungkus ke prasmanan atau tiap peserta membawa menu berbeda yang minim sampah
  • Siapkan air isi ulang untuk berbuka, tajil tanpa sampah, sediakan tempat sampah terpilah
  • Selalu bawa tas kain
  • Carpool dengan teman-teman atau naik transportasi umum
  • Siapkan pemilahan sampah di tempat acara
  • Beri pesan-pesan hijau dimana-mana (yang bisa digunakan kembali)
  • Saat puasa memang sangat lapar, tapi ambil makanan secukupnya untuk menghindari potensi mubazir. Saat memang terpaksa sekali tidak habis, bawa pulang dengan menggunakan kontainer sendiri.

Selamat berlomba-lomba mengerjakan kebaikan ya!

Ohya disini bisa didownload modul dari @ecodeen.id dan dari @dkwardhani mengenai Ramadhan minim sampah beserta hadits-hadits yang melatarbelakangi.

Ramadhan Hijau dan Minim Sampah

Modul #1 Islam dan Lingkungan

Modul #2 Tips Takjil Minim Sampah

Sumber: DK Wardhani, @ecodeen.id

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *