Meet the team


Maurilla Imron

Founder 

Seperti kebanyakan orang, saya dulu berpikir bahwa tidak ada cara lain untuk hidup tanpa membuat sampah. Limbah adalah bagian dari kehidupan kita. Tetapi setelah menonton video Lauren Singer, dengan bertahun-tahun memasukkan sampah ke dalam stoples, itu membuat saya menyadari bahwa ada cara hidup lain. Sejak itu, saya memutuskan untuk mengurangi limbah rumah tangga saya sedikit demi sedikit. Saya melakukannya dengan Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan di masa depan, berharap untuk mendaur ulang dan mengkompos. Upaya terkecil pun terhitung untuk dunia ini.

Sekarang saya merasa hidup saya lebih sederhana (ya, zero waste menyederhanakan hidup) dan dampak zero waste membuat saya hidup hanya dengan apa yang penting. Saya tidak sempurna, dan saya bukan zerowaster. Saya masih membuat sampah, tetapi jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Bayangkan jika lebih banyak orang lebih sadar dan lebih sadar dalam membuat sampah.

Saya belajar bahwa banyak orang masih tidak menyadari tentang cara hidup yang lain ini. Dan mengetahui bahwa negara asal saya adalah salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia, saya merasa ingin memiliki tempat untuk berbagi, bukan hanya milik saya, tetapi lebih banyak lagi orang lain. Tempat ini akan menjadi rumah untuk saling belajar dan menginspirasi. Mari kita lakukan perjalanan ini bersama.

You can follow my personal blog on maurillaimron.com or my Instagram on murielimron and subscribe on my youtube channel. I’ll be very happy to get in touch with you.


Amanda Zahra Marsono

Head of PR dan Marketing 

Social media dapat memegang peranan besar dalam pembentukan gaya hidup seseorang. Berawal dari post Instagram stories seorang teman mengenai kepeduliannya terhadap limbah plastik di Indonesia dan juga maraknya video-video tentang gaya hidup zero waste di YouTube, Amanda memutuskan untuk belajar mengimplementasikan zero waste lifestyle dalam kehidupannya sehari-hari. Social media jugalah yang membuatnya untuk berbagi perjalanan hidup nol sampah yang sedang ia tekuni dan juga mempertemukannya dengan berbagai komunitas serupa, termasuk Zero Waste Indonesia.

“Saya memiliki pengalaman dalam bidang PR dan marketing dalam berbagai industri yang saya rasa dapat berguna bagi komunitas zero waste di Indonesia bahkan juga di ranah global. “I am so happy I can do both things that I truly passionate about PR and zero waste at the same time.” Adalah alasan yang membuat Amanda tetap semangat untuk tidak hanya sekedar menginspirasi orang lain terhadap gaya hidup nol sampah tapi juga untuk terjun langsung di balik layar sebuah wadah komunitas zero waste terbesar di Indonesia ini dengan fokus pada bidang PR, media relations, marketing, and partnership.

Cerita sehari-hari Amanda disamping zero waste dan PR dapat dilihat pada blog dan Instagram yang ia dedikasikan sebagai sarana untuk selalu berbagi energi dan informasi yang positif.


Nila Patty

Strategic Initiative

Berawal dari rasa tidak berdaya atas polusi di lingkungan, saya memutuskan untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai sejak Januari 2016. Keputusan ini berkembang menjadi gaya hidup Zero Waste. Dari gaya hidup yang tadinya hanya sebatas perubahan di dalam lingkungan rumah, gaya hidup ini berubah menjadi sebuah gerakan yang lebih besar.

Pada Juli 2016, saya menyampaikan elevator pitch ke sustainable publik di Nijmegen dan mendapat respon positif dari pemerintah lokal Nijmegen di Belanda. Sejak saat itu, saya telah memberikan berbagai interview, seminar, workshop, dan TEDx talk tentang bagaimana kamu bisa memulai gaya hidup zero waste dari rumah kamu sendiri dikalangan publik Belanda dan Internasional. Bergabung dengan Young NGO dari UNFCCC saya pun memulai karir aktivis saya disana yang terfokus dalam Sustainable Development Goals (SDG’s) di topik climate action, life below water, and on land.

Saya bergabung bersama Zero Waste Indonesia karena keahlian dan pengalaman saya di bidang Zero Waste Lifestyle dan polusi plastik. Di tahun 2018, saya menginisiasi sebuah penelitian tentang polusi plastik di pulau kecil. Sekarang, saya ingin membagi keahlian dan ilmu saya dalam hal zero waste lifestyle ke publik Indonesia dalam bentuk seminar ataupun platform edukasi yang sejenisnya untuk Indonesia yang lebih cerdas dalam mengelolah sampah.

Kamu bisa ikuti perjalanan zero waste saya di Belanda di blog saya nonanoplastic.com atau Instagram Nonanoplastic , let’s keep in touch!


Kirana Agustina

(currently inactive due to study)

My scientific background in Marine Science has given me full understanding of Indonesia’s potential for leading the world in environmental issues. Working on marine conservation and living in Indonesia – the heart of the Coral Triangle, a global epicenter of marine biodiversity, further confirm this. Yet, its maritime potential is grossly neglected and we are currently facing real threats such as marine ‘plastic’ debris that have serious impact on marine environment, economic cost and our health.

It’s heartbreaking to see a lot of marine species like turtles die because they accidentally ingested plastic. This does not make sense. Our plastic consumption has led to the contamination of our food and the water we drink, even worse, this overconsumption has directly contributed to climate change and habitat degradation.

I have been trying my best to reduce my plastic consumptions, choose local products, and try to be more responsible on my actions. However, I came to the realization that I wanted to do something more tangible to solve that problem. I want to start my zero waste journey and spread the awareness to wider community.

I am still taking my baby steps. But, I firmly believe that a thousand steps start with one single step. Let’s connect on my instagram kira_nagustina and do this journey together.